Jawaposnusantara com || Surabaya - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Wijaya Putra (LPPM UWP) menggelar Workshop Drafting dan Pendampingan Paten pada Kamis, 20 Agustus 2026 di Hotel Kampi, Surabaya.
Workshop tersebut mengundang narasumber yakni Dr. Ir. Mohammad Zainudin, M.Eng., yang merupakan pemeriksan paten ahli utama, Direktorat Paten, DTLST & Rahasia Dagang, Dirjen KI Kementerian Hukum Republik Indonesia, serta dimoderatori oleh Dr. Nur Irmayanti, S.Psi., M.Psi., yang merupakan Kepala Sentra Kekayaan Intelektual, Publikasi dan Sistem Informasi, LPPM UWP.
Sesi pemaparan narasumber menyampaikan, fakta bahwa negara-negara maju seperti Singapura tidak memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah, namun memiliki Sumber Daya Manusia berbasis Kekayaan Intelektual (KI) yang sangat banyak sehingga bisa menjadi negara maju.“Hal inilah yang masih belum dikembangkan di Indonesia, sebab Indonesia masih sebatas sebagai target pasar”, ujar Dr. Zainudin.
Pada pemaparannya, ia menjabarkan bahwa KI memiliki banyak jenis. Ada Paten, Hak Cipta, Merek, dan sebagainya. Adapun paten sendiri merupakan perlindungan invensi di bidang teknologi.
“Hilirisasi saat ini tengah didorong oleh Pemerintah dan mulai dilaksanakan oleh perguruan tinggi. Selain menyangkut prestisi kampus, juga memilki nilai ekonomi bagi inventor dan pemilik patennya.”, tegasnya.
Selanjutnya, narasumber memaparkan tips dan trik dalam menyusun drafting pengajuan paten yang diikuti oleh peserta workshop yang merupakan dosen dan mahasiswa UWP. Antusiasme tampak dengan banyaknya pertanyaan maupun penyampaian ide yang disampaikan oleh peserta.
Ketua LPPM UWP, Prof. Dr. Nugroho Mardi Wibowo, S.E., M.Si., pada sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Fasilitasi Sentra Kekayaan Intelektual Hibah DRPM DIKTI Tahun 2026.
“Kita berharap luaran dari penelitian dan pengabdian dari dosen UWP dapat berupa paten. Terlebih dosen-dosen dari Fakultas Teknik di UWP sering mendapatkan hibah prototipe, sehingga peluang untuk memperoleh paten cukup besar”, ujar Prof. Nugroho.
Rektor UWP, Dr. Budi Endarto, S.H., M.Hum., yang membuka workshop tersebut mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh LPPM UWP.
“Angka Publikasi di Indonesia sudah cukup tinggi. Bahkan di UWP sendiri, perolehan hibah penelitian dan pengabdian dari DIKTI sudah banyak. namun muaranya masih belum, yakni paten. Inilah yang harus mulai kita lakukan mobilisasi.”, kata Dr. Budi Endarto.
Ia menyampaikan bahwa penelitian dan pengabdian di UWP sering berbentuk inovasi yang dapat diimplementasikan di masyarakat sejalan dengan visi UWP sebagai Sociopreneur University dengan Tagline Growth with Society. Sehingga ke depan berkelanjutan
(Tim/Red)


Komentar
Posting Komentar