Jawaposnusantara.com || MOJOKERTO – Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus berupaya meningkatkan konektivitas antarwilayah dengan memperbaiki infrastruktur vital. Pada Tahun Anggaran 2026, salah satu prioritas utama adalah pelebaran Jembatan Sajen yang terletak di ruas jalan penghubung Pacing hingga Pacet.
Proyek strategis ini menelan anggaran sebesar Rp2.756.835.000,00 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Kegiatan ini masuk dalam sub-kegiatan "Pelebaran Jembatan" dengan target volume pekerjaan berupa struktur jembatan berukuran 9,50 meter x 12,00 meter.
Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto menyatakan bahwa pelebaran Jembatan Sajen sangat krusial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di kawasan wisata dan pertanian Pacet. "Jembatan ini merupakan pintu gerbang penting bagi distribusi hasil bumi dan akses wisatawan. Dengan melebarkan jembatan menjadi 9,5 meter, kami berharap kemacetan dapat teratasi dan keselamatan pengguna jalan meningkat," ujarnya.
Pelaksanaan fisik konstruksi dipercayakan kepada kontraktor CV. Karya Prima Nusantara. Proyek ini dijadwalkan berlangsung selama 180 hari kalender, dimulai pada 4 Juni 2026 dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada 30 November 2026.
Manfaat dari pelebaran jembatan ini tidak hanya dirasakan oleh pengendara kendaraan pribadi, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kelancaran hubungan ekonomi dan sosial masyarakat. Akses yang lebih lebar dan aman akan memudahkan transportasi barang dagangan, mempercepat waktu tempuh, serta membuka peluang pengembangan pariwisata di sepanjang koridor Pacing-Pacet.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto menghimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk bersabar serta berhati-hati selama masa konstruksi berlangsung. Kerjasama semua pihak sangat dibutuhkan agar proyek senilai hampir Rp2,8 miliar ini dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas terbaik demi kenyamanan bersama.
(Narmi)

Komentar
Posting Komentar