Profesor Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Gresik, Hasilkan Dua Varietas Tebu Unggul, untuk Dukung Swasembada Gula Nasional
Bogor, - 5 Juni 2026 Guru Besar Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Prof. Dr. Setyo Budi, M.P., berhasil melahirkan dua varietas tebu unggul yang dinyatakan lolos dalam Sidang Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan Semester I Tahun 2026.
Sidang tersebut, digelar oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian Ciawi, Bogor, Jawa Barat, pada 4–5 Juni 2026.
Dalam forum tersebut, Prof. Setyo Budi memaparkan, materi berjudul “Usulan Pelepasan Klon-Klon Unggul Harapan, Tebu Masak Awal Tengah dan Tengah-Lambat, Berproduktivitas Tinggi, untuk Mendukung Swasembada Gula Nasional” jelas Prof Setyo Budi
Paparan itu kemudian diuji oleh 21 orang yang terdiri atas pakar tanaman perkebunan dari IPB, BRIN, pakar statistik, Direktur TPV, serta tim Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Setelah melalui proses penilaian dan sidang tertutup, Tim Penilai Varietas menetapkan dua dari tujuh klon tebu yang diusulkan Prof. Setyo Budi dinyatakan lolos.
Dua varietas tersebut diberi nama JW01 UMG NX dan SB 11 UMG NX. Keduanya merupakan hasil riset panjang yang dilakukan Prof. Setyo Budi bersama tim peneliti Agroteknologi UMG selama kurang lebih 13 tahun.
Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UMG, Prof. Dr. Yudhi Arifani, M.Pd., yang turut mendampingi dalam sidang tersebut, menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut.
“Kami sangat bangga dan terharu atas prestasi Prof. Budi beserta tim peneliti. Capaian ini merupakan hasil kerja keras panjang, hampir 13 tahun, dalam melakukan riset klon tebu unggul,” ujar Prof. Yudhi.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi UMG dalam pengembangan sektor pertanian nasional, khususnya komoditas tebu.
“Beliau menjadi salah satu profesor dari perguruan tinggi di Indonesia yang konsisten meneliti dan berhasil melahirkan klon tebu unggul. Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi dosen dan peneliti UMG lainnya,” tambahnya.
Prof. Setyo Budi menyampaikan rasa syukur atas disetujuinya dua klon tebu tersebut. Ia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang telah terlibat dalam proses penelitian.
“Meskipun hanya dua klon yang disetujui dalam sidang ini, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan seluruh civitas akademika serta pimpinan UMG. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada PT Sinergi Gula Nusantara, PTPN I Regional 4, dan BBPPTP Surabaya,” ujar Prof. Setyo Budi.
Ia menjelaskan, dua varietas yang dinyatakan lolos tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan klon tebu dengan produktivitas lebih tinggi serta ketahanan yang lebih baik terhadap hama tanaman tebu.
Sementara itu, Rektor UMG, Prof. Khoirul Anwar, M.Pd., menyebut keberhasilan tersebut sebagai capaian penting bagi universitas sekaligus bentuk kontribusi nyata UMG bagi pembangunan nasional.
“Atas nama UMG, kami mengucapkan alhamdulillah dan puji syukur kepada Allah SWT. Prestasi Prof. Budi ini semakin melengkapi capaian UMG sebagai kampus unggul yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan Indonesia, khususnya dalam mendukung program swasembada gula nasional,” ujarnya.
Keberhasilan pelepasan dua varietas tebu unggul ini diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas tebu nasional sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian gula di Indonesia.
(Tim/Red)


Komentar
Posting Komentar