Persatuan Al-Ihsan menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka Milad Ke-33 sepanjang Bulan Muharram 1448 H. Di antara kegiatan tersebut seperti bakti sosial, perayaan Tahun Baru Hijriyah hingga perayaan Malam Asyuro 10 Muharram. Rangkaian Milad tersebut diawali pada Ahad, 22 Juni 2026 di Sekretariat Pusat Persatuan Al-Ihsan, Demak Timur XI, Surabaya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh warga Demak Timur serta segenap perwakilan cabang Persatuan Al-Ihsan dari seluruh Indonesia. Kegiatan Milad Persatuan Al-Ihsan ke-33 tersebut diisi dengan penampilan seni budaya bernuansakan islami dan nusantara seperti seni tari, musik, puisi, hadrah, dan sebagainya yang ditampilkan oleh santri TPQ Al-Ihsan dan Bidang Kepemudaan Persatuan Al-Ihsan.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Sekjen DPP) Persatuan Al-Ihsan, Fikri Hadi, S.H., M.H., CCD., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya atas pelaksanaan Milad Persatuan Al-Ihsan ke-33.
“Sebenarnya, eksistensi Jama’ah ini sudah ada sejak 1977 sejak didirikan di Magetan oleh Kyai Pamudji Rahardjo yang saat ini merupakan pendiri sekaligus Ketua Majlis Syuro Persatuan Al-Ihsan. Seiring dengan bertambahnya jama’ah di berbagai wilayah seperti Magetan, Madiun, Surabaya, Bondowoso hingga Bandung, maka akhirnya kita membentuk satu wadah, satu lembaga yang disebut sebagai Persatuan Al-Ihsan pada 6 Muharram 1415 H atau 16 Juni 1994 M, yang kita tetapkan sebagai hari lahirnya Persatuan Al-Ihsan”, papar
Fikri Hadi yang juga merupakan Dosen Fakultas Hukum Universitas Wijaya Putra.Ia juga menjelaskan bahwa pada perkembangannya, Persatuan Al-Ihsan juga memiliki sejumlah perwakilan Jama'ah seperti di Surabaya Barat, Banyuwangi Pandaan, Indramayu bahkan di Kalimantan. Seiring dengan perkembangan tersebut, Persatuan Al-Ihsan juga mendapatkan legalitas dengan terdaftar di Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur dan TPQ Al-Ihsan terdaftar di Kementerian Hukum Republik Indonesia.
“Kita berharap, di bawah arahan dan bimbingan Kyai Pamudji, Persatuan Al-Ihsan menjadi organisasi sosial kemasyarakatan berbasis Islam yang diberkahi, di-ridho’i oleh Allah SWT dan membawa kebaikan bagi masyarakat, tidak hanya di Surabaya atau Jawa Timur saja, melainkan untuk seluruh Indonesia yang InsyaAllah menjadi negeri yang Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur.”, harap
Fikri sembari membuka rangkaian Milad Persatuan Al-Ihsan ke-33. Kegiatan Milad dilanjutkan dengan pagelaran seni budaya berupa tari, musik dan puisi yang ditampilkan oleh generasi muda Al-Ihsan dari berbagai cabang serta ceramah agama yang mengambil tema terkait dengan hijrah yang disampaikan oleh Ustadz Agus Salim, S.Ag., M.Pd., dari Sidoarjo.
Ketua Urusan Peranan Wanita Persatuan Al-Ihsan, Assoc. Prof. Farina Gandryani, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa pada Milad tahun ini, melibatkan seluruh unsur Jama’ah, termasuk Urusan Peranan Wanita (UPW) dan kepemudaan.
“Keterlibatan perempuan dan para pemuda menunjukkan bahwa kami terbuka dan mengakomodir dinamika perkembangan di tengah masyarakat termasuk permasalahan emansipasi.”, ujar Farina
Gandryani yang juga merupakan Dosen Fakultas Hukum Universitas Wijaya Putra.Ia berharap kedepan, semakin banyak generasi muda dan perempuan yang tergerak untuk bergabung maupun berkolaborasi dengan organisasi Persatuan Al-Ihsan, sehingga eksistensi Persatuan Al-Ihsan semakin membawa manfaat bagi masyarakat di Indonesia.
(Tim)


Komentar
Posting Komentar