Jawaposnusantara.com || GRESIK – Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) DPC Kabupaten Gresik menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Kepolisian RI, serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atas keberhasilan membongkar dugaan jaringan narkotika internasional di kawasan Pergudangan Prambanan Bizland, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Dalam operasi gabungan tersebut, aparat berhasil menyita sekitar 3,37 ton ganja yang diduga berasal dari Thailand dan masuk ke Indonesia melalui jalur laut dengan modus penyamaran dalam skema impor. Pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan intelijen lintas negara yang melibatkan jaringan di Thailand, Malaysia, dan China.
BNN mengungkapkan, sindikat menyembunyikan barang bukti di dalam ratusan koper dan bal kardus lateks untuk mengelabui pemeriksaan petugas. Sebanyak 12 tersangka telah diamankan, termasuk tiga warga negara asing, sementara sejumlah pelaku lain masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dan terus diburu.
Kepala BNNK Kabupaten Gresik, AKBP Suharsi, S.H., M.Si., mengapresiasi dukungan seluruh pihak, termasuk LPK-RI DPC Gresik, dalam mewujudkan program Gresik Bersinar (Bersih Narkoba) serta menjaga generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Ketua LPK-RI DPC Kabupaten Gresik, Gus Aulia, S.E., S.H., M.M., M.Ph., mengecam keras aksi sindikat narkotika yang dinilai mengancam masa depan generasi bangsa. Menurutnya, keberhasilan aparat menggagalkan penyelundupan tersebut merupakan langkah strategis dalam menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkoba.
Ia juga menyoroti dugaan modus baru peredaran ganja berkadar THC tinggi yang menyasar pasar vape atau rokok elektrik, sehingga diperlukan penindakan tegas terhadap seluruh pelaku. LPK-RI mendorong aparat penegak hukum memberikan hukuman maksimal sesuai ketentuan yang berlaku serta mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan segera melaporkan aktivitas mencurigakan, khususnya di kawasan pergudangan dan permukiman.
Hingga berita ini diterbitkan, BNN bersama aparat penegak hukum masih terus mengembangkan penyidikan guna mengungkap jaringan internasional dan memburu para pelaku yang masih buron.
Rois (Tim Investigasi Jatim).

Komentar
Posting Komentar