Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Menjadi Kursi Bernilai Guna, Tim Pengabdian Polinema Berdayakan Kelompok PKK Desa Kedungrejo
Jawaposnusantara.com || Malang - Kedungrejo, 14 Juni 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) bersama Kelompok PKK RT 05 RW 10 Desa Kedungrejo melaksanakan kegiatan Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Menjadi Produk Rumah Tangga Bernilai Guna melalui Penerapan IPTEK Sederhana. Kegiatan ini bertujuan mengurangi limbah plastik rumah tangga sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai guna. Melalui pelatihan tersebut, peserta diajak membuat kursi dari botol plastik bekas berukuran 1,5 liter yang diisi sampah plastik padat, kemudian dirangkai menjadi produk rumah tangga yang kokoh dan menarik.
Permasalahan sampah plastik hingga saat ini masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Banyak botol plastik bekas yang berakhir di tempat pembuangan sampah tanpa dimanfaatkan kembali. Padahal, dengan kreativitas dan penerapan teknologi sederhana, limbah tersebut dapat diubah menjadi produk yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, Tim Pengabdian Polinema memberikan pelatihan kepada ibu-ibu PKK RT 05 RW 10 Desa Kedungrejo mengenai cara mengolah botol plastik bekas menjadi kursi yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Botol plastik yang digunakan merupakan hasil pengumpulan sampah rumah tangga oleh anggota PKK selama beberapa waktu sebelum kegiatan berlangsung.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis prinsip reduce, reuse, dan recycle. Selanjutnya, peserta diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan kursi mulai dari pemilahan dan pembersihan botol plastik, pengisian sampah plastik ke dalam botol untuk meningkatkan kekuatan struktur, hingga proses perakitan menjadi bentuk kursi.
Bahan yang digunakan dalam pembuatan kursi relatif sederhana dan mudah diperoleh, yaitu botol plastik bekas ukuran 1,5 liter, busa sebagai bantalan duduk, kain pelapis untuk mempercantik tampilan, serta kaki kursi sebagai penopang. Setelah seluruh komponen dirangkai, kursi yang dihasilkan memiliki bentuk yang menarik, nyaman digunakan, serta cukup kuat untuk kebutuhan rumah tangga.
Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah plastik menjadi produk rumah tangga merupakan salah satu solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Selain membantu mengurangi volume sampah plastik, kegiatan ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk kreatif berbasis daur ulang yang memiliki nilai ekonomi.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para ibu PKK aktif berdiskusi, bertanya, dan terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan kursi. Hasil karya yang berhasil diselesaikan pada kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa sampah plastik dapat diubah menjadi produk yang bernilai apabila didukung oleh pengetahuan dan keterampilan yang tepat.
Melalui kegiatan ini, Politeknik Negeri Malang berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga mampu mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen Politeknik Negeri Malang yang terdiri dari Chandra Gunawan, S.ST., M.T., Nurlia Pramita Sari, S.T., M.T., M.Sc., Hilmi Iman Firmansyah, S.T., M.T., Mochamad Muzaki, S.T., M.T., Imam Mashudi, B.Eng (Hons)., M.T., dan Nicky Suwandhy Widhi Supriyanto, S.Pd., M.T.
Penulis: Chandra Gunawan

Komentar
Posting Komentar