Gempolkurung Geger! Pria Asal Bojonegoro Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kos Menganti, Polisi Gelar Penyelidikan Mendalam
Jawaposnusantara.com || GRESIK - Warga Dusun Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik mendadak gempar. Seorang pemuda perantauan asal Kabupaten Bojonegoro ditemukan tewas mengenaskan, diduga kuat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamar rumah kosnya, Kamis (19/6/2026).
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh tim jurnalis Jawapos Nusantara di lapangan, identitas korban diketahui bernama Mohammad Arifin (22), seorang pemuda yang tercatat sebagai warga RT 005/RW 002, Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro.
Peristiwa tragis ini langsung menyedot perhatian ratusan warga sekitar yang berbondong-bondong memadati lokasi kejadian untuk melihat secara langsung proses evakuasi.
Respon Cepat Korps Bhayangkara dan Evakuasi Korban
Mendapat laporan krusial dari masyarakat, jajaran Polsek Menganti bergerak cepat. Petugas kepolisian bersama Tim Identifikasi (Inafis) Polres Gresik langsung meluncur ke lokasi kejadian guna menggelar Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Didampingi Bhabinsa Koramil Menganti mengawal Evakuasi Korban dengan ambulans.
Usai dilakukan identifikasi awal dan pengumpulan barang bukti di sekitar jasad korban, jenazah Mohammad Arifin langsung dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik menggunakan mobil ambulans untuk dilakukan visum et repertum demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Ketua RT setempat, Sumarno, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian membenarkan bahwa korban merupakan warga pendatang yang menyewa kamar kos di wilayahnya.
"Benar, korban merupakan warga asli Bojonegoro yang kos di sini. Terkait apa motif atau masalah yang sedang dihadapi korban sampai nekat mengambil jalan pintas seperti ini, kami sama sekali tidak mengetahui secara pasti," ungkap Sumarno kepada media.
Penjelasan Resmi Kapolsek Menganti
Sementara itu, Kapolres Gresik melalui Kapolsek Menganti, AKP Arif Rahman, saat dikonfirmasi tim investigasi Jawapos Nusantara membenarkan adanya peristiwa memilukan tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa kasus ini sedang dalam penanganan intensif unit reskrim.
"Benar, personel kami telah mengamankan TKP terkait penemuan jasad seorang pria yang diduga kuat meninggal dunia akibat gantung diri di dalam rumah kos, wilayah Desa Gempolkurung. Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman dan penyelidikan intensif," tegas AKP Arif Rahman.
Hingga berita ini ditayangkan, motif utama yang melatarbelakangi tindakan nekat pemuda 22 tahun tersebut masih misterius. Pihak kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan dari para saksi, termasuk pemilik kos dan kerabat dekat korban, guna mengungkap fakta di balik tragedi ini.
Himbauan Kamtibmas: Stop Spekulasi Liar!
Mengantisipasi berkembangnya opini liar di tengah masyarakat, Kapolsek Menganti mengimbau dengan keras agar warga maupun netizen tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi kebenarannya secara hukum.
"Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang. Berikan ruang bagi aparat kepolisian untuk bekerja menuntaskan proses penyelidikan ini secara profesional dan objektif. Jangan menyebarkan informasi yang belum jelas, agar tidak menimbulkan keresahan di tengah publik," pungkas Perwira dengan tiga balok emas di pundak tersebut.
Tragedi ini menjadi atensi serius aparat penegak hukum, sekaligus menjadi alarm keras akan pentingnya kepekaan sosial dan saling peduli terhadap sesama di lingkungan sekitar, khususnya bagi para perantau yang tinggal jauh dari sanak keluarga.
Pewarta: Tim Investigasi
Editor: Redaksi

Komentar
Posting Komentar